Dalam pengembangan performa seorang perenang, penggunaan perlengkapan tambahan sering kali menjadi kunci untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Salah satu instrumen yang paling vital namun memerlukan pengawasan teknis yang ketat adalah sepatu katak atau fin. Melalui program kerja terbarunya, PRSI Sukabumi melakukan peninjauan mendalam mengenai efektivitas penggunaan perlengkapan ini dalam sesi latihan harian. Langkah evaluasi alat bantu fin ini diambil untuk memastikan bahwa setiap atlet mendapatkan manfaat mekanis yang tepat tanpa mengabaikan risiko cedera pada persendian kaki akibat beban yang berlebihan.
Dalam upaya memperluas jangkauan pembinaan, PRSI Sukabumi aktif membangun kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan melalui program ekstrakurikuler renang di sekolah-sekolah lokal. Sinergi ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik dasar yang benar sejak dini, termasuk bagaimana penggunaan alat bantu dapat membantu atlet pemula merasakan posisi tubuh yang lebih tinggi di atas air (body position). Fokus utama dari program di Sukabumi ini adalah mencari cara PRSI Sukabumi dalam mengoptimalkan setiap sesi latihan agar mampu tingkatkan kelenturan kaki atlet secara signifikan, sehingga daya dorong yang dihasilkan menjadi lebih eksplosif.
Kelenturan pergelangan kaki atau ankle flexibility adalah faktor pembeda antara perenang rata-rata dan perenang elite. Dengan menggunakan fin yang memiliki tingkat kekakuan yang disesuaikan, atlet dipaksa untuk menggerakkan kaki mereka dalam rentang gerak yang lebih luas. Hal ini secara bertahap akan meregangkan tendon dan otot di sekitar pergelangan kaki, memungkinkan perenang untuk melakukan tendangan yang menyerupai gerakan sirip ikan yang fleksibel. Di Sukabumi, pemilihan jenis alat bantu ini tidak dilakukan sembarangan; pelatih menyesuaikan panjang dan material alat berdasarkan usia serta spesialisasi gaya renang sang atlet.
Namun, evaluasi ini juga menyoroti potensi ketergantungan atlet terhadap alat bantu. Jika digunakan terus-menerus tanpa pengawasan, atlet mungkin akan kehilangan rasa sensitivitas terhadap air saat berenang tanpa alat. Oleh karena itu, PRSI Sukabumi menerapkan metode latihan selang-seling, di mana penggunaan alat bantu hanya diberikan pada porsi tertentu untuk memperbaiki teknik tendangan atau meningkatkan kekuatan otot paha. Evaluasi berkala dilakukan untuk melihat apakah ada kemajuan pada kekuatan tendangan atlet saat mereka kembali ke kondisi renang normal tanpa bantuan perlengkapan tambahan.
