Dunia renang modern sering kali disebut sebagai era “gaya kelima”, merujuk pada pentingnya gerakan di bawah air setelah start dan pembalikan. Komponen utama dari fase ini adalah mengenal dolphin kick, sebuah gerakan tungkai yang menyerupai kibasan ekor lumba-lumba. Teknik ini telah berevolusi menjadi senjata mematikan bagi atlet elit untuk mempertahankan kecepatan tertinggi mereka sebelum kembali ke permukaan air. Tanpa penguasaan gerakan ini, seorang perenang akan sulit bersaing di level tertinggi olimpiade saat ini.
Gerakan ini pertama kali populer di gaya kupu-kupu, namun kini digunakan di hampir semua gaya (kecuali gaya dada pada fase tertentu). Keunggulan utama dari kibasan kaki ini adalah kemampuannya untuk membelah air dengan hambatan yang sangat minim. Saat melakukan gerakan ini, tubuh harus tetap berada dalam posisi streamline yang sangat kaku, sementara gerakan gelombang dimulai dari dada, mengalir ke pinggul, dan berakhir dengan lecutan tajam di ujung kaki. Memahami dan mengenal dolphin kick secara mendalam membantu perenang memanfaatkan energi kinetik yang dihasilkan oleh otot inti mereka.
Salah satu kunci sukses dari teknik ini adalah fleksibilitas pergelangan kaki. Perenang dunia memiliki kemampuan untuk menekuk punggung kaki mereka hingga melewati posisi lurus, yang memungkinkan mereka untuk “mencambuk” air dengan lebih efektif. Luas permukaan kaki yang besar bertindak sebagai sirip alami yang memberikan dorongan luar biasa. Selain itu, frekuensi tendangan harus dijaga agar tetap konsisten dan cepat. Tendangan yang terlalu lebar justru akan menciptakan hambatan, sehingga gerakan yang pendek namun bertenaga lebih diutamakan oleh para ahli.
Selain aspek fisik, kapasitas paru-paru dan ketahanan terhadap karbondioksida juga memainkan peran penting. Melakukan gerakan eksplosif di bawah air tanpa bernapas adalah tantangan mental yang berat. Atlet harus tetap tenang dan fokus pada mekanika gerakan meskipun otot-otot mereka mulai terasa terbakar karena kekurangan oksigen. Inilah mengapa latihan hypoxic (latihan dengan oksigen terbatas) menjadi makanan sehari-hari bagi mereka yang ingin mengenal dolphin kick sebagai bagian integral dari strategi kemenangan mereka di kolam renang.
Kesuksesan legenda seperti Michael Phelps atau Caeleb Dressel tidak lepas dari dominasi mereka di bawah air. Mereka sering kali keluar dari dinding kolam dan baru muncul ke permukaan di tanda 15 meter (batas maksimal yang diizinkan), memimpin jauh di depan lawan-lawannya. Hal ini membuktikan bahwa penguasaan teknik di bawah permukaan air sering kali lebih menentukan hasil akhir daripada kecepatan di atas air itu sendiri. Dengan terus berlatih dan menyempurnakan setiap kibasan, perenang masa depan dapat terus memecahkan rekor-rekor dunia baru.
