Bencana alam yang melanda wilayah Sumatera tidak hanya berdampak pada pemukiman penduduk, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi lokal yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Menanggapi kondisi tersebut, muncul sebuah gerakan bertajuk Sukabumi Empati yang diinisiasi oleh komunitas olahraga renang di Jawa Barat. Pengurus cabang beserta para atlet yang bernaung di bawah PRSI Bantu Pemulihan Fasilitas Umum di Desa Wisata Sumbar merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam mengembalikan kondisi daerah terdampak agar masyarakatnya dapat segera beraktivitas normal kembali. Fokus bantuan kali ini diarahkan pada aspek rehabilitasi infrastruktur sosial yang memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi warga setempat.
Langkah konkret yang diambil oleh komunitas renang Sukabumi adalah dengan melakukan penggalangan dana dan sumber daya untuk pemulihan fasilitas umum yang rusak akibat terjangan bencana. Fasilitas seperti MCK komunal, tempat ibadah, serta akses jalan setapak yang menjadi nadi penghubung antar-dusun menjadi sasaran utama perbaikan. Para atlet muda dari Sukabumi turut dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengiriman bantuan ini, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian bahwa prestasi olahraga harus sejalan dengan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di tengah situasi sulit sekalipun.
Secara spesifik, bantuan ini difokuskan pada pemulihan kawasan yang menjadi daya tarik ekonomi, yaitu di salah satu desa wisata yang berada di wilayah terdampak. Desa wisata seringkali menjadi tumpuan hidup banyak keluarga, sehingga ketika fasilitas wisatanya rusak, pendapatan warga pun terhenti. PRSI Sukabumi menyalurkan bantuan berupa material bangunan, alat kebersihan berat, serta pengadaan kembali sarana sanitasi yang higienis. Dengan pulihnya fasilitas publik di area wisata, diharapkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung kembali dapat segera bangkit, sehingga roda ekonomi masyarakat lokal tidak mati dalam waktu yang lama.
Target lokasi distribusi bantuan kemanusiaan ini berada di wilayah Sumbar. Jarak yang membentang antara Jawa Barat dan Sumatera Barat diatasi dengan koordinasi yang intensif bersama relawan lokal dan pihak berwenang di daerah tujuan. Tim dari Sukabumi memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan. Selain bantuan fisik, tim juga membawa pesan dukungan moral agar warga desa tetap semangat dalam membangun kembali wilayah mereka. Sinergi ini membuktikan bahwa persaudaraan antar-daerah di Indonesia sangat kuat, terutama dalam menghadapi tantangan pemulihan pasca bencana alam.
